PKS NEWS UPDATE:
« »
Tampilkan postingan dengan label PEREMPUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEREMPUAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Sekuntum bunga dan sebuah Cupcake untukmu Bunda

Momentum Hari Ibu tahun ini disemarakkan dengan pembagian bunga dan cupcake untuk kaum ibu di DPRa Pegangsaan, Menteng. Setidaknya 50 orang kaum ibu akan kedatangan kader-kader PKS Pegangsaan, yang membawa kado dari Bang Sani serta sekuntum bunga dan sebuah cupcake.
Cupcake cantik memang disiapkan oleh Bidang Perempuan PKS Pegangsaan untuk para ibu. Selain menunjukkan bentuk cinta bagi kaum ibu dan perempuan di Pegangsaan, cup cake juga merupakan produk dari Pos Keluarga Keadilan (Pos KK) DPRa Pegangsaan. 

Kamu menyadari bahwa kerja PKS di Pegangsaan tidak lepas dari support kaum ibu yang selalu mendukung langkah kami. Sebagai wilayah yang boleh dikatakan sedikit SDM dibanding DPRa dari DPC lain, kader-kader Pegangsaan memang harus bersinergi dengan elemen masyarakat lain dalam menjalankan program partai. Selama ini, kegiatan Pos KK selalu berkoordinasi dengan aktivis PKK dan Posyandu setempat, ujar Yuni Setyani dari Pegangsaan. Hal tersebut tentunya sangat memudahkan mobilisasi massa untuk menyukseskan sebuah program. “Misalnya saja Senam PKS ataupun acara kursus kerajinan membuat mote”, tambah Yuni. 

 Lebih lanjut lagi, Yuni berharap, dengan pemberian Kado Bang Sani ini, kerjasama PKS dengan masyarakat, khususnya kaum ibu dan perempuan dapat terjalin erat. “Mereka memaklumi, bahwa PKS memang bukan partai yang kerap membagi-bagikan materi dalam setiap aktivitas”, ujar Yuni. Bahkan mereka pun selalu suka rela membantu pengurus PKS pada event-event tertentu seperti penyediaan konsumsi, pemasangan atribut, hingga mobilisasi kampanye. Namun kado cantik dari Bang Sani ini menyampaikan pesan yang sangat dalam, bahwa PKS sayang pada mereka, pungkas Yuni.

Senin, 19 Desember 2011

Kesejahteraan Keluarga, Harapan Tertinggi Kaum Ibu

Jakarta (18/12) – Bidang Perempuan Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS DPD) Jakarta Pusat menggelar hajatan besarnya dalam rangka Hari Ibu, 22 Desember,  di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jakarta Pusat.  Rangkaian acara Festival Keluarga Indonesia (FKI) sangat meriah dengan aktivitas Rumah Tangga dan Keluarga, salah satunya dipamerkan melalui aneka stand kreatif yang ada di pintu masuk gedung.

Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia, Sandra Ayu Ika Sari yang dilanjutkan oleh Ketua DPD PKS Jakarta Pusat, Ir. Muhammad Agus Setiawan. Kegiatan  ini pun disambut baik oleh anggota DPR RI Fraksi PKS, Dr. Shahibul Iman, yang turut menyampaikan beberapa patah kata. Sandra menyampaikan, rangkaian kegiatan ini bagian dari Program Festival Keluarga Indonesia 2011 Bidang Perempuan DPD PKS yang selanjutnya akan dipusatkan di Kota Tua, Ahad (24/12). “Dengan tema yang kami usung  ‘Sebuah Persembahan untuk Bunda’, semoga ini memberi inspirasi untuk Ibu Indonesia, terutama di Jakarta Pusat,” ujarnya.

Acara hari ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ir Triwisaksana, Msc. Dalam sambutannya, dirinya menegaskan, “Tidak ada hari Bapak, yang ada hanyalah Hari Ibu. Kaum ibu biasanya punya aspirasi yang berbeda untuk kesejahteraan keluarga”. Calon Kepala Daerah Ibu  Kota Jakarta yang digadang PKS ini menekankan dua hal yang merupakan harapan dan kebahagiaan kaum ibu, yaitu mengenai harga sembako yang terjangkau dan sekolah dengan biaya yang murah, bahkan gratis. Kaum ibu tidak hanya memikirkan persoalan kepentingan pribadinya, tetapi lebih pada kepentingan keluarga dan orang banyak,” tandasnya. Statement indah sebagai closing dari Bang Sani, sapaan akrabnya, “Ibu shalihah, keluarga sakinah, Jakarta Indonesia berkah. Ibu cerdas , keluarga tangkas, Jakarta berkualitas. Ibu penyayang,  keluarga tenang, Jakarta senang.”

Acara dilanjutkan dengan peresmian Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Jakarta Pusat  yang dilakukan oleh Ibu Eva juga didampingi Ustadz  Ahmad Zairofi dan Sandra Ayu. Sebagai tanda peresmian RKI, Bang Sani “Abang Kita” tak luput pula melakukan pemukulan gong sebanyak delapan kali berdasarkan PKS nomor urut 8.  Kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai luhur keluarga ini akhirnya ditutup dengan penampilan drama musikal anak kader sebagai pengiri pemberian penghargaan Inspiring Woman 2011  kepada beberapa Ibu dengan prestasi yang sangat menginspirasi.

Senin, 12 Desember 2011

Perempuan Tolak Korupsi

Salah satu yang paling berperan untuk menghindarkan tindakan korupsi adalah perempuan/istri/ibu (karena berlaku juga kebalikannya)
1. Istri hendaknya curiga jika suami membawa pulang uang lebih besar dari biasanya
2. Jangan segan/takut bertanya dari mana uang tersebut berasal untuk keselamatan keluarga
3. Jangan pernah meminta/menuntut sesuatu di luar batas kemampuan suami
4. Selalu melepas kepergian suami bekerja/beraktivitas dengan seuntai pesan: "Pak, jangan korupsi"
5. Lanjutkan pesannya: "Istri dan anak2mu sanggup hidup dari gaji yang sah bapak dapatkan"
6. Tidak usah/perlu tergiur teman arisan/pengajian yang gonta-ganti tas dan perhiasan
7. Yang terpenting adalah rasa cukup/qonaah menerima apa adanya yang kecil tapi halal dan penuh keberkahan
8. Oleh karena itu, nggak perlu tas yang branded entah itu Hermes dkk, jika itu didapat dari uang hasil korupsi
9. Setiap kali suami pulang sambut dengan kalimat: "Bapak pulang dengan selamat saja kami sudah sangat bersyukur"
10. Ibu hendaknya membuat skala prioritas dalam mengatur anggaran, yang penting tentu yang primer, anak bisa makan dan sekolah
11. Penampilan sederhana dan bersahaja tapi tetap pantas adalah pilihan tepat yang harus dilakukan kaum perempuan
12. Jika semua perempuan cinta kesederhanaan, tentu produk lokal akan naik omzetnya
13. Cinta produk lokal bukan hanya wacana, namun akan menjadi fenomena
14. Sehari-hari cukup gunakan tas lokal dari mendong, eceng gondok, agel, rotan, pandan yang banyak terserak
15. Selain tas, produk kulit kita juga banyak, sepatu, jaket yang tidak kalah bagus kualitasnya untuk dipakai
16. Ibu dapat menanamkan nilai dan semangat anti korupsi kepada anak-anak dengan cara berpesan, "Nak, jangan menyontek ya saat ulangan/ujian"
17. Selipkan pesan stiap kali mereka sekolah/aktivitas, "Ingat, meski ibu dan bapak jauh dari kalian, Allah selalu mengawasi"
18. Semangati mereka dengan mengatakan, "Apapun hasilnya, Ibu bangga kepada kalian karena ini adalah hasil kerja keras kalian sendiri"
19. Ceritakan kisah-kisah kejujuran dan kepahlawanan sehingga anak terinspirasi untuk mencontohnya
20. Jangan kaget jika suatu hari ia bertanya ketika diberi uang saku, "Ibu/bapak, apa ini uang hasil korupsi?"
21. Jika seperti itu (anak kritis bertanya), jangan dimarahi, justru bersyukur anak telah menjadi pengawas bagi orang tuanya
21. Berhati-hati dengan hadiah, meski kita suka, boleh jadi itu gratifikasi.
22. Jika berpergian, ada yang membayari belanjaan kita, waspada, khawatir itu juga jerat korupsi.
23. Kalau ada yang minta nomor rekening kita, jangan buru-buru diberikan, boleh jadi ada transferan yang bukan hak kita.
24. Hati-hati dengan politik dapur, urusan tidak tembus dengan suami, biasanya ada yang mencoba masuk lewat istri
25. Akhirnya, perempuan harus bilang harga diri, keselamatan hidup, dan masa depan anak-anak ada di atas jabatan
26. Jangan bukakan pintu untuk suami yang pulang bawa uang hasil KKN, memalak, menginjak, mengintimidasi, dan memanipulasi
27. Setiap kali berangkat tidur, bisikkan di telinga suami, "Jangan buat masa depan anak-anak kita suram karena tindakan korupsi bapaknya"
28. Untuk yang suaminya pejabat jangan lupa pesan, "Hati-hati saat tandatangani surat(apapun), boleh jadi itu pintu masuk korupsi"

#PerempuanTolakKorupsi (follow @netty_heryawan on twitter & like pages http://www.facebook.com/netty.prasetiyani.heryawan & klik www.nettyheryawan.com)

Selasa, 29 November 2011

PKS Jakarta Terjunkan Relawan Perempuan


PKS Jakarta-Partai Keadilan sejahtera melatih 350 relawan perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menjyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11). 

Menurut Selamat, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat,  diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.

Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. 

PKS DPC Menteng sendiri telah mengirim 6 orang perwakilan DPRa dan DPC untuk ikut dalam pelatihan tersebut. Selain ketua bidang perempuan DPRa dan DPC, beberapa kader muda juga turut menerima pelatihan sebagai bekal awal mereka terjun ke tengah masyarakat.  

Selasa, 22 November 2011

Pos KK Pegangsaan: Demo Aneka Pasta

Memasak adalah dunia yang dekat sekali dengan kaum ibu. Berkecimpung di dapur seakan bukan sebuah keistimewaan lagi. Tapi lain ceritanya kala para ayah mengajak istrinya makan di restoran. Ketika sepotong gulai cumi seharga 15000 perak di rumah makan padang, mendadak istri tersadarkan betapa selama ini dia telah menyelamatkan perekonomian keluarga.

PKS Menteng juga memikirkan bagaimana memberi wawasan baru untuk kaum ibu dalam hal masak-memasak. Alhasil, demo masak yang digelar PKS Menteng hari Ahad itu menjadi heboh. Karena sajiannya adalah ANEKA PASTA.

Banyak juga ibu-ibu yang protes, kok masakan mahal yang diajarin?
Bu, diajarin resep dasar dulu. Nanti bisa dimodifikasi kok. Daripada anak kecanduan makan spagheti di resto cepat saji... iya kan..?

Segala rupa pasta diolah di hadapan ibu-ibu di kantor RW 07 Kelurahan Pegangsaan. Sebut saja: Lasagna, Spaghetti Bolognaise, Fettucine Alfredo sampai macaroni panggang.


Prinsipnya sederhana saja, kata pengajar.
Pasta direbus. Sementara saus ditumis. Jangan lupa gunakan tomat segar, daging giling yang segar, tak lupa bumbu khas pasta. Setelah itu ditata, dan panggang lagi...!

Kalau tidak ada daging giling boleh pake kornet..? Tanya ibu-ibu.
Boleh... tapi ibu jangan lupa, kornet itu ada pengawetnya. Lebih baik pakai daging giling, masak sekalian kalau ada sisa simpan di kulkas. Bisa diolah ulang di kemudian hari.

Gak pake penyedap ya...? Protes ibu-ibu
aduuh ibu... ini daging giling udah banyak, ada keju, ada susu... Insya Allah lebih sehat tanpa penyedap.

Dan acara pun ditutup dengan makan pasta bersama, kader PKS Menteng dengan ibu-ibu Pos KK di Pegangsaan. Yang namanya makan, pastinya semua semangat..


Laper ya..???

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan